Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro (DPWK FT Undip) terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kontribusi akademik pada isu global melalui keterlibatan aktif di forum internasional. Salah satunya melalui partisipasi dosen DPWK FT Undip, Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani dalam workshop “Rebuild or Retreat: Interdisciplinary Perspectives on Migration and Mobility in the Global North” yang diselenggarakan oleh German Historical Institute (GHI) pada 23–24 April 2026 di Washington, D.C., Amerika Serikat. Forum ini mempertemukan akademisi dari berbagai disiplin ilmu untuk berbagi perspektif mengenai perpindahan penduduk akibat perubahan iklim, sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan lintas disiplin dan lintas wilayah.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani membagikan hasil penelitian mengenai isu (im)mobility dan permasalahan lingkungan yang diperparah oleh perubahan iklim di Pesisir Utara Pulau Jawa (Pantura Jawa), khususnya di DKI Jakarta, Pekalongan, Semarang, dan Demak. Beliau menjelaskan bagaimana (im)mobility muncul sebagai suatu kondisi dimana masyarakat tidak berpindah ketika mengalami gangguan akibat perubahan iklim. Sebagaimana Pantura Jawa terpapar oleh berbagai risiko iklim, banyak masyarakat memilih untuk pindah ke tempat dengan kondisi yang lebih baik dan meninggalkan daerah asalnya. Namun, tidak sedikit dari mereka yang terhalang oleh kesulitan finansial dan kurangnya sumber daya. Tak hanya itu, terdapat pula masyarakat yang memutuskan untuk tetap bertahan karena tidak dapat meninggallkan mata pencahariannya meskipun harus berhadapan dengan bencana alam di keseharian mereka.

Melalui diskusi dalam forum ini, Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani menyoroti bahwa dinamika mobilitas masyarakat menjadi isu penting di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir yang terdampak perubahan iklim. Perlu adanya kebijakan untuk menangani bencana dan perikehidupan masyarakat, baik untuk masyarakat yang memutuskan tetap tinggal maupun berpindah. Beliau menekankan bagaimana hal ini membutuhkan kolaborasi lintas disiplin ilmu dan institusi untuk memperkaya perspektif untuk mewujudkan solusi yang komprehensif.

“Inovasi dan kerjasama antar institusi pendidikan, lintas disiplin ilmu dan lintas negara, menjadi kunci dalam menghadirkan solusi nyata terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim, terutama terkait dampaknya terhadap masyarakat yang dihadapkan pada pilihan untuk berpindah atau tetap bertahan,” ujar Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani dalam paparan beliau.

Keikutsertaan dalam workshop ini menjadi bagian dari upaya Undip untuk memperdalam kontribusi dalam diskursus akademik sekaligus memperluas jejaring kolaborasi internasional, khususnya pada isu perpindahan penduduk dan perubahan lingkungan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, SDG 13 tentang aksi terhadap perubahan iklim, serta SDG 17 mengenai kemitraan global. Melalui keterlibatan ini, Undip diharapkan dapat terus berperan aktif dalam mendorong solusi kolaboratif bagi berbagai tantangan global.